Pendahuluan

Dalam era globalisasi dan persaingan akademik internasional yang semakin ketat, jumlah sitasi ilmiah menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur kualitas dan dampak penelitian suatu perguruan tinggi. Sitasi mencerminkan pengakuan komunitas ilmiah global terhadap kontribusi ilmiah yang dihasilkan oleh sivitas akademika, dan menjadi salah satu parameter utama dalam berbagai pemeringkatan internasional seperti QS WUR, THE, dan Webometrics. UNSRI sebagai salah satu PTNBH di Indonesia, memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan daya saingnya di tingkat global. Melalui program EQUITY, UNSRI menginisiasi berbagai strategi untuk meningkatkan kualitas, kuantitas, dan dampak publikasi internasional yang bereputasi. Salah satu fokus utama dari program ini adalah memberikan insentif peningkatan jumlah sitasi terhadap publikasi dosen dan peneliti UNSRI. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan program EQUITY dapat secara signifikan meningkatkan jumlah sitasi publikasi dosen UNSRI, sekaligus memperkuat posisi UNSRI dalam peta keilmuan global sebagai universitas riset yang unggul dan berdampak.

Tujuan

Kegiatan ini bertujuan:

  1. Meningkatkan jumlah sitasi publikasi ilmiah dosen UNSRI pada jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus.
  2. Meningkatkan visibilitas dan dampak global dari hasil-hasil penelitian UNSRI di tingkat internasional.
  3. Mendorong kolaborasi riset internasional yang berdampak tinggi dan berpotensi menghasilkan publikasi yang lebih sering disitasi.
  4. Memperkuat posisi UNSRI dalam pemeringkatan internasional, terutama indikator terkait research impact dan sitasi per fakultas.

Jenis Kegiatan

Kategori insentif kenaikan jumlah sitasi terdiri dari beberapa ketentuan:

  • Jumlah sitasi minimum per artikel.
  • Kualitas jurnal tempat publikasi.
  • Kualitas jurnal yang mensitasi.
  • Insentif untuk sitasi dari artikel dengan dampak tinggi.

Persyaratan

Berikut ini adalah syarat dan ketentuan untuk penerima bantuan yaitu:

  • Peneliti adalah dosen tetap UNSRI berstatus CPNS, PNS, atau P3K yang memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN), Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK) atau NUPTK. Selain itu, pengusul dapat juga berstatus PNS tenaga kependidikan di UNSRI.
  • Peneliti berstatus aktif dan tidak sedang tugas belajar.
  • Status penerima dapat sebagai penulis pertama/penulis korespondensi/penulis anggota.
  • Artikel yang masuk dalam kategori diragukan (questionable/predatory) atau discontinued saat proses review usulan dilakukan tidak dihitung.
  • Afiliasi UNSRI wajib ditulis dengan jelas pada halaman pertama artikel ilmiah sebagai afiliasi pengusul.

Metode Pelaksanaan

  • Sosialisasi ke seluruh Fakultas, di lingkungan UNSRI.
  • Penilaian jumlah sitasi akan menggunakan basis data Scopus.
  • Pemeriksaan dan verifikasi dokumen sitasi peneliti.
  • Penetapan penerima insentif sitasi yang ditetapkan dengan SK Rektor.

Luaran Kegiatan

Peningkatan jumlah sitasi artikel ilmiah pada jurnal terindeks Scopus secara akumulatif per peneliti pada tahun 2025, dari tanggal 1 Januari 2025 sd 31 Desember 2025.

Pendanaan

Jumlah peneliti yang mendapatkan insentif peningkatan jumlah sitasi sebanyak 200 orang, dengan perhitungan 1 sitasi adalah sekitar Rp. 13.500dengan pembayaran sebanyak jumlah sitasi yang didapatkan. Data sitasi diambil langsung dari basis data Scopus dari tanggal 1 Januari 2025 sd 31 Desember 2025.

Laporan Kegiatan

Tidak ada pengajuan, penilaian akan dihitung secara otomatis dari sistem.

Penanggung Jawab

1. Prof. Siti Nurmaini

2. Dr. Tengku Zia

EQUITY-WCU Office

Universitas Sriwijaya, Bukit Besar Campus, Palembang

Copyright © 2026 Universitas Sriwijaya
All rights reserved.